Ciri Virus Corona: Cegah Virus Corona dengan Mengkonsumsi Vitamin C dan Berjemur

Corona virus merupakan penyakit yang menyebabkan berbagai masalah pada saluran pernapasan dan pertama kali ditemukan pada tahun 1960. Penyebarannya dengan bersin dan batuk yang ditularkan dari sentuhan dan virus ini akan menular jika menyentuh area segitiga pada wajah. Ciri virus corona adalah sakit kepala, batuk, hidung berair, sakit tenggorokan, demam dan tidak enak badan. Jenis ini virus ini memberikan gejala serius terutama untuk orang yang beresiko terutama untuk orang yang mengalami penyakit kronis dan berada pada lanjut usia, begitu juga dengan bayi yang masih belum memiliki kekebalan tubuh.

Cegah Virus Corona dengan Mengkonsumsi Vitamin C

Saat ini banyak orang mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C untuk membuat produksi vitamin lebih banyak sehingga akan mampu melawan berbagai penyakit yang masuk dalam tubuh. Untuk menjaga daya imun tubuh maka sebaiknya cukupi kebutuhan vitamin C, peran vitamin C akan meningkatkan natural killer yang memiliki peran dalam membunuh dan mencari sel lain atau sel kanker yang mampu membahayakan tubuh. Vitamin C memiliki kerja neutrofil sebagai sel pertama dalam memberikan respon terhadap sistem kekebalan tubuh yang akan menyerang virus dan bakteri dan vitamin C mampu meningkatkan limfosit untuk melacak berbagai virus dan sel darah putih baik untuk sistem antibodi manusia.

Untuk mencegah virus corona maka sebaiknya dapatkan vitamin C yang mampu bertahan selama 24 jam. Mengonsumsi vitamin C dari tomat, jeruk, brokoli dan kol walaupun belum optimal didapatkan pada buah dan sayuran namun dapat dipenuhi melalui suplemen. Berdasarkan klinik kesehatan menjelaskan bahwa perempuan dewasa setidaknya membutuhkan 75 mg sedangkan pria 90mg dan dapat menambahkan konsumsi dosis setiap hari yang lebih banyak dan batas aman untuk mengonsumsinya adalah 2000 mg per hari. Beberapa virus dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam hingga 24 ham sehingga jika vitamin C yang mampu bertahan dalam 24 jam akan memiliki ph netral dan tidak perih di lambung.

Selain konsumsi vitamin C sekarang ini banyak beredar kabar tentang berjemur mampu membunuh berbagai virus termasuk ciri virus corona. Akhirnya banyak orang keluar berjam-jam untuk berjemur dibawah sinar dan belum ada penelitian yang membuktikan bahwa corona dapat dicegah dari cara berjemur sesuai dengan dasar WHO. Terpapar sinar tidak akan membuat tubuh kebal dari berbagai virus karena beberapa negara tropis dengan cuaca panas telah dilaporkan memiliki kasus virus corona termasuk Indonesia. Banyak orang mempercayai sinar UV akan mampu menghilangkan virus corona dan akhirnya banyak orang membeli berbagai bola lampu UV namun hal ini tidak benar.

Berjemur dibawah sinar matahari tidak akan membunuh virus corona dan membuat tubuh kebal terhadap virus. Walaupun demikian banyak manfaat jika berjemur dibawah matahari. Paparan sinar matahari akan menghasilkan vitamin D secara alami dan tidak seorangpun yang juga kekurangan produksi vitamin D yang tidak hanya ditemukan pada produk susu, kuning telur dan ikan. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai penyakit.

Walaupun manfaat sinar matahari baik dan mampu melawan berbagai ciri virus corona namun jika akan menjemur badan dibawah matahari sebaiknya lakukan beberapa hal untuk manfaat maksimal. Sebaiknya gunakan tabir surya setidaknya SPF30, sebaiknya gunakan tabir surya dalam dua jam sekali terlebih setelah berkeringat. Dapat juga berjemur ditempat teduh dan tetap gunakan pakaian tertutup dan nyaman serta berjemur jangan sampai gosong.

0 comments:

Post a Comment